Gulit, Dorong Ekonomi Kreatif Warga Desa Dinden - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

 



 


 


 


 

Kamis, 16 Juli 2020

Gulit, Dorong Ekonomi Kreatif Warga Desa Dinden


Ngawi, Metro Jatim;

Kepala Desa Dinden, Gulit Danang berkomitmen akan melakukan trobosan Berinovasi manfaatkan kucuran Dana Desa (DD) yang digelontorkan oleh pemerintah pusat setiap tahunnya.

Terutama untuk membangun sejumlah fasilitas yang diperuntukan masyarakat desa. Diantaranya pembangunan infrastruktur jalan dan sarana tempat jual beli atau lapak diwilayah Desa Dinden.

Desa Dinden yang memiliki 3 wilayah perdusunan, desa tersebut merupakan daerah pertanian dan sebagian warganya juga memiliki wira usaha pengolahan jamu tradisional atau dengan sebutan jamu gendong merupakan sebuah produk minuman citra rasa khas asli desa Dinden.

Kedepannya akan ditingkatkan untuk pengembangan melalui Usaha Kecil Menengah (UKM) hal tersebut dilakukan untuk  mendorong agar sektor ekonomi kreatif bisa optimal dan memiliki daya saing yang bisa menyejahterakan masyarakat dan pengelola atau pemilik minuman jamu tradisional.

Menurut “Kang Gulit” sapaan akrab  kades Dinden, Banyak masyarakat setempat mengapresiasi produk jamu tradisional yang dibuat oleh warga desa setempat secara turun temurun hingga saat ini.

"Uniknya, dalam pembuatan jamu juga disesuaikan takaran tiap bahan, suhu, lama menumbuk atau merebus, dan lainnya. Jika tidak diperhatikan dengan baik, akan kehilangan khasiat dari bahan-bahannya bahkan bisa membahayakan tubuh," jelasnya.

Lebih lanjut, Begitu juga dengan perkembangannya, tradisi minum jamu tradisional khas Desa Dinden mengalami pasang surut sesuai zamannya. Dengan wabahnya Covid-19 lebih omset sangat turun mencapai sekitar 50% lebih karena kendala transportasi terhambat dikarenakan pandemi.

"Oleh karena itu Saya selaku kepala desa (red Gulit Danang) akan terus mendorong  produk ekonomi kreatif yang dimiliki warga Desa Dinden." terangnya. (JM) 

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini