Tiga Orang Pelapor Mengaku Korban Pemerasan Didampingi Kuasa Hukum Datangi Polres Lumajang - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Rabu, 10 Juni 2020

Tiga Orang Pelapor Mengaku Korban Pemerasan Didampingi Kuasa Hukum Datangi Polres Lumajang


Lumajang, Metro Jatim;

Tiga orang didampingi oleh kuasa hukum datangi Polres Lumajang. Untuk melaporkan dugaan pemerasan yang dialami oleh mereka.

Dugaan pemerasan tersebut dilakukan oleh oknum perangkat Desa Wotgalih, oknum anggota DPRD dan atas nama JML.

Pelapor dugaan pemerasan  ini adalah berinisial AM (30th), RF (35th), MD (35th) ketiganya adalah warga Dusun Meleman Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang.

Berawal dari ketiga pelapor disangka melakukan pencurian udang namun di tengah-tengah  saat penyelidikan berjalan,  terdapat dugaan pemerasan yang di lakukan oleh oknum anggota DPRD dan Oknum Perangkat Desa Wotgalih serta seorang yang berinisial JML.

Berdasarkan keterangan para pelapor, mereka membayar sejumlah uang untuk diberikan kepada oknum Perangkat Desa tersebut dan saudara JML dengan dalih agar tidak ditahan dan tidak ada panggilan Polisi.

Lebih lanjut, Pada Senin, (4 Mei 2020) sekitar pukul 20.00 WIB saudara RF menyerahkan uang sebesar 30 Juta Rupiah melalui MD kemudian diberikan kepada JMl.

Sedangkan AM pada Jum'at, (8 Mei 2020) sekitar pukul 08.00 WIB menyerahkan uang sebesar 15 Juta Rupiah diserahkan kepada  oknum Perangkat Desa.

Malamnya sekitar pukul 20.00 WIB datang saudara oknum anggota dewan dan JML yang bertujuan menagih kekurangan uang yang diminta dari AM, kemudian uang sebesar 5 Juta Rupiah diberikan oleh istri AM kepada oknum Perangkat Desa.

Pada Rabu, (6 Mei 2020) sekitar pukul 17.30 WIB RF melalui saudaranya menyerahkan uang sebesar 15 Juta Rupiah  dengan cara MD melakukan transfer ke rekening oknum anggota DPRD.

Dari serangkaian kronologis yang diungkapkan oleh pelapor diduga terdapat tindak pidana pemerasan dan pengancaman, yaitu para terlapor ingin mendapatkan keuntungan secara melawan hukum, dengan cara memaksa para pelapor dengan ancaman untuk memberikan sejumlah uang dengan agar tidak ditahan dan tidak menghadiri panggilan polisi.


Kuasa hukum pelapor yaitu Abd. Rohim, S.H., dan Dummy Hidayat, S.H., menjelaskan kepada awak media, "Bahwa Saya datang ke Polres Lumajang hanya ingin mendampingi klien kami. Untuk melaporkan beberapa orang yang diduga melakukan pemerasan kepada klien Kami," jelasnya.

"Beberapa orang tersebut ialah perangkat desa Wotgalih, JML dan Oknum anggota DPRD," bebernya.

"Mudah-mudahan proses pelaporan ini bisa lancar walaupun pada saat ini masih berupa pengaduan karena pada hari sebelumnya klien kami sudah mendatangi Polres Lumajang," pungkasnya.
(ABD. HALIM)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini