Tak Terima Dituduh Mencuri Udang, Amari Bersama Keluarganya Akhirnya Tantang Proses Hukum - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

 



 


 


 


 

Selasa, 02 Juni 2020

Tak Terima Dituduh Mencuri Udang, Amari Bersama Keluarganya Akhirnya Tantang Proses Hukum


Lumajang, Metro Jatim;
Amari bersama keluarganya  yang dituduh di duga mencuri udang akhirnya  tantang mengajak proses  hukum. Kasus tambak udang yang kini sudah ditangani oleh pihak Polres Lumajang yang dituduhkan kepada oknum Waker (Amari) dan kelompoknya. Dan kini kasus ini diproses secara  hukum.

Kasus dugaan pencurian udang di PT. Bumi Subur yang berada di Jalan Tambak Udang pantai selatan Dusun Meleman Desa Wotgalih kini semakin memanas, pasalnya Amari dan keluarganya tidak terima hingga mengajak proses ini secara hukum.

"Saya bersama keluarga sudah sepakat ingin menjalankan proses hukum, saya bersama keluarga memang sakit hati dan tidak  terima jika dituduh mencuri udang tanpa ada bukti  yang jelas, dan anehnya hanya saya dan kluarga saya yang disuruh mengembalikan. Katanya tambak udang  mengalami kerugian akibat adanya dugaan pencurian  dengan jumlah mengagetkan itu sebanyak 4 milyar," ujarnya

"Awalnya kami sekeluarga curiga dengan adanya kasus ini, kenapa  kami sampai curiga? Pertama polisi membuat surat panggilan yang ditujukan kepada beberapa orang yang terlibat bekerja di tambak PT. Bumi Subur tersebut, konon ada dugaan pencurian udang secara bersama  disaat panen. Namun  herannya kenapa setelah diadakan pemanggilan sampai sekarang tidak ada kabar kelanjutannya  dari pihak kepolisan? Anehnya kenapa kok hanya saya dan keluarga saya yang ditekan disuruh mengembalikan sebanyak 4 milyar dan yang lain tidak ada, ada apa? Kalau memang kasus ini benar-benar  proses hukum berlanjut  kenapa yang lain tidak ada penekanan untuk mengembalikan kerugian tersebut," ungkapnya lebih jelas.

Amari merasa sakit hati terhadap tindakan oknum anggota dewan Kabupaten Lumajang karna dia merasa ditekan mengembalikan uang yang katanya diduga dicuri saat panen udang dengan kerugian 7 milyar di tambak udang Desa Meleman Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun. Tetapi anehnya kasus hanya Amari dan keluarganya yang ditekan untuk mengembalikan yang katanya mengalami kerugian 7 milyar dengan rincian khusus didalam tambak harus membayar 3 milyar dan diluar ditekan mengembalikan 4 milyar.

Dengan demikian Amari merasa curiga karena yakin ada permainan yang bertujuan hanya ingin menghancurkan kehidupan keluarganya. Padahal jika kasus ini ditangani secara prosedur, yang pembeli udang yang yang tidak lain penadahnya juga ikut menekan Amari dan keluarga. "Dari situlah kelihatan bahwa ini hanya permainan, jadi dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, mulai hari ini saya bersama keluarga dan kuasa hukum mengajak kasus ini  proses secara hukum," pungkasnya.
(Halim)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini