Kades Selodakon Bantah Jika Bansos di Desanya Tak Tepat Sasaran - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Kamis, 11 Juni 2020

Kades Selodakon Bantah Jika Bansos di Desanya Tak Tepat Sasaran

Sutrisno, Warga Dusun Krajan Desa Selodakon Kecamatan Tangguh Kabupaten Jember seorang pemulung yang tidak pernah mendapat bansos

Jember, Metro Jatim;

Disaat pademi Covid -19, berbagai macam bantuan sosial dari Pemerintah Pusat diluncurkan, termasuk anggaran Dana Desa yang seharusnya diperuntukan untuk pembangunan sebagian harus dianggarkan untuk penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai) agar dapat meringankan dan membantu masyarakat yang saat ini terdampak Virus Corona.

Namun fakta yang terjadi bantuan yang disalurkan terlihat tebang pilih atau bisa di bilang tak tepat sasaran (10/06/2020). Perihal ini terjadi di Desa Selodakon Kecamatan Tangguh Kabupaten Jember.

Salah seorang warga desa setempat bernama ST  warga Dusun Krajan RT/RW 01/05 Desa Selodakon yang kesehariannya bekerja sebagai pemulung (pencari rosokan) yang hidup dengan ekonomi serba pas-pasan menyampaikan bahwa dirinya tidak mendapatkan bansos.

"Saya selama hidup tak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah, meskipun di tengah  situasi yang sulit seperti saat ini pemerintah Pusat sudah banyak meluncurkan berbagai macam bantuan saya belum pernah mendapatkan manfaat tersebut," tuturnya

"Bahkan saya sering dimintai
Foto copy KK dan KTP oleh ketua RT, dengan dalih untuk di ajukan agar mendapat bantuan, namun semua itu cuma omongan belaka,"imbuhnya dengan wajah sedih.

Di tempat berbeda warga setempat yang enggan disebutkan namanya membenarkan, bahwa jika dari banyaknya Bansos di lingkungannya banyak tidak tepat sasaran, terlebih warga penerima BLT DD sebelumnya sudah mendapatkan bantuan dari BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) maupun PKH (Program Keluarga Harapan).


Sementara itu kepala Desa Selodakon, Romli saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, membantah
jika bantuan yang sudah disalurkan oleh Pemdes (Pemerintah Desa) sudah terealisasi dengan baik atau tepat sasaran. "Tidak ada yang tumpang tindih atau ganda dan jika itu terjadi berarti itu kesalahan Perangkat," pungkasnya. (SOFYAN)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini