Dugaan Pencemaran Nama Baik, 3 Orang Waker PT. Bumi Subur Adukan AR Ke Polres Lumajang - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Kamis, 25 Juni 2020

Dugaan Pencemaran Nama Baik, 3 Orang Waker PT. Bumi Subur Adukan AR Ke Polres Lumajang

Kuasa hukum Donny Hidayat, S.H., M.Hum bersama salah satu pelapor

Lumajang, Metro Jatim;
Kasus baru dugaan pencemaran nama baik oleh AR asal Desa Krajan Wotgalih Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang  melalui whatsapp yang ada di grup Sadarkum akhirnya hari ini diadukan ke Mapolres Lumajang.

Karna hal ini diduga sangat meresahkan masyarakat. Hari ini tiga orang Waker PT. Bumi Subur  bersama dua kuasa hukumnya datangi Mapolres Lumajang untuk melaporkan  AR atas dugaan pencemaran nama baik.
Satino dan Mat Nito saat di Mapolres Lumajang

Tiga orang pelapor atas nama Satino, Amari dan Mat Nito. Satino asal Dusun Pelanggaran Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun. Satino bekerja sebagai waker di tambak PT. Bumi Subur di Dusun Meleman Desa Wotgalih. Sedangkan Amari (60) dan Mat Nito (65) berasal dari Dusun Meleman Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang, dia bekerja di tambak PT. Bumi Subur sebagai waker atau keamanan luar dalam yang masih aktif.

Ketiganya memang sepakat untuk mendatangi  Mapolres Lumajang guna membuat aduan atau laporan  terkait pencemaran nama baik  bersama duankuasa hukumnya.

"Ya memang benar hari ini kami sepakat lewat jalur hukum dengan mendatangi Mapolres Lumajang bersama kuasa hukum kami dengan  tujuan untuk melaporkan  AR atas dugaan pencemaran nama baik. Kami sudah tidak ada ruang untuk dia karena sudah lama kami bersabar, dia sudah keterlaluan  dan sekarang harus proses secara  hukum," ungkap pelapor.

Di tempat yang sama, kuasa hukum pelapor Dummy Hidayat, S.H., M.Hum. saat dikonfirmasi para awak media menjelaskan bahwa mereka datang ke polres ini bersama client untuk membuat  pengaduan terkait dugaan pencemaran nama baik melalui medsos atau media sosial. Tapi tetep mengikuti arahan dari Kasatreskrim untuk melalui mediasi seperti biasanya, karena mediasi itu sangat penting  untuk mencari solusi terbaik.

"Ya benar dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh AR tetap kami adukan untuk memastikan siapa nanti yang benar maupun yang salah karena menurut client kami ini harus dilaporkan ke polisi. Kasat menginginkan kasus tambak ini tidak ada gesekan, tidak apa-apa dan Alhamdulillah client saya kemarin juga marah di tuduh semacam itu, ya Alhamdulillah client saya bisa tenang karna saya sarankan tidak emosional," pungkasnya. (Lim)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini