Datangkan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Sebagai Narasumber, IKSASS Optimalisasi Menuju New Normal - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

 



 


 


 


 

Senin, 15 Juni 2020

Datangkan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Sebagai Narasumber, IKSASS Optimalisasi Menuju New Normal


Banyuwangi, Metro Jatim;

Ikatan Santri Syalafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo (IKSASS) adakan kegiatan optmalisasi APBD dalam proses recovery menuju new normal di Kopi Lego terletak di Desa Gombengsari Kecamatan Kalipuro.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengasuh ponpes Nurut Taqwa dan 50 orang santri alumni ponpes Syalafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo.

Dalam kegiatan ini tak lupa menerapkan protokol kesehatan yaitu physical distancing/jaga jarak, memakai masker dan cuci tangan sebelum masuk area pertemuan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi H. M. Ali Mahrus, S.Hi, merupakan narasumber dari kegiatan tersebut mengatakan, "Menyambut tahun ajaran baru bersamaan dengan new normal, secara khusus pihak pesantren telah menyiapkan fasilitas tambahan dan prosedur tetap (protap) guna meminimalisir potensi penyebaran virus corona (COVID-19)," ucapnya.

"Kami akan siapkan cek kesehatan khusus buat santri yang baru datang yang dari luar atau zona merah, seperti thermometer gun dan ruang isolasi," ucapnya.

Masih kata Mahrus, dengan meningkatnya tambahan kasus yang terpapar kemarin membuat Banyuwangi menjadi 20 Kasus Covid -19 dalam sehari, "Terkait hal itu kami dari IKSASS solid membantu  Pemerintah Daerah Banyuwangi dan meminta kepada Pemda agar bisa maksimal dalam menangani pandemi ini dengan biaya anggaran biaya bisa maksimal di berbagai sektor terutama sektor Pondok Pesantren," tambahnya. 

Ali Mahrus menambahkan, bahwa setiap santri yang datang dan berasal dari zona merah, diwajibkan untuk menjalani karantina selama 14 hari di tempat yang telah disediakan. Setelah masa karantina selesai dan dipastikan tidak ada paparan COVID-19, santri tersebut baru diperkenankan untuk bergabung dengan yang lain. 

"Jadi para santri dan seluruh warga pondok bisa nyaman dalam menimba ilmu karena sudah diterapkanya protokol kesehatan sebelum masuk lingkungan Pondok Pesantren," tutupnya. (AGUS SALIM)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini