Dugaan Kasus Pencurian Udang Oleh Oknum Waker dan Sekelompok Karyawan Masih Berlanjut - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Senin, 18 Mei 2020

Dugaan Kasus Pencurian Udang Oleh Oknum Waker dan Sekelompok Karyawan Masih Berlanjut


Lumajang, Metro Jatim;

Kasus dugaan pencurian udang windu di tambak yang berada di dusun Maleman Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun tetap diproses oleh pihak kepolisian.

Aksi pencurian yang terjadi dialami oleh PT. Bumi Subur diduga dilakukan oknum tenaga penjaga/pengaman atau lebih dikenal dengan sebutan Waker berinisial AMR dan sekelompok karyawan tambak. Hingga akhirnya dilaporkan oleh pihak Perusahaan (PT. Bumi Subur) dengan atas nama pelapor Hendra selaku Direktur atau pemilik usaha tambak udang.

Menurut Azmin selaku manager perusahaan tambak udang saat dikonfirmasi di ruang kantornya menjelaskan, bahwa memang peristiwa ini benar terjadi dan sudah dilaporkan dengan dugaan adanya pencurian udang.

Azmin, Manager Tambak Udang

Menurut manager, hal seperti itu sering terjadi pada setiap panen.

Menurut pelapor akibat peristiwa ini pihak perusahaan tambak udang tersebut mengalami kerugian sampai 7 miliar.

Pihak perusahaan tambang juga menyatakan, bahwa setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan hingga diadakan pemanggilan kepada oknum sekelompok karyawan tambak udang. Mereka mengaku sanggup mengembalikan kerugian sebanyak angka 7 miliar itu.

Adapun yang sudah diperiksa oleh penyidik adalah diantaranya Waker, Manager, tehnisi, karyawan berinisial JML, THR, SMSR, AMN, SNMN termasuk diduga 3 pembeli atau penadah yaitu JML, LS, dan SNM.

"Ya mas kasus ini sudah resmi dilaporkan ke polisi oleh pemilik tambak PT. Bumi Subur atas nama pelapor Hendra selaku pemimpin perusahaan sekaligus pemilik usaha tersebut, perkembangan sampai sekarang masih dalam penyelidikan," jelas Manager.


Setelah melalui proses mediasi antara pihak pelapor dan terduga pelaku timbul pernyataan yang mengkagetkan. "Pihak terduga sanggup membayar atau mengembalikan kerugian tersebut, dengan rincian oknum Waker sanggup 4 miliar, dan untuk dalam tambak khusus manager dan oknum karyawan sanggup membayar 3 miliar dengan rincian potong gaji dan potong bonus dan ini sudah sepakat mas artinya kasus bisa berhenti mas," terang Manager lebih lanjut.

Disisi lain Kasatreskrim Polres Lumajang  Maskur, S.H., M.Hum, ketika ditanyai mengenai kasus tersebut tidak banyak berkomentar, "Benar mas Laporannya ditangani oleh Kasipidum Polres Lumajang," ucapnya. (ABD. HALIM)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini