Musyawarah di Aula Kantor Kecamatan Pesanggaran Jadi Gaduh - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Kamis, 07 November 2019

Musyawarah di Aula Kantor Kecamatan Pesanggaran Jadi Gaduh


Banyuwangi, Metro Jatim;
Acara Musyawarah Antar Desa (MAD)  yang di aula Kantor Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, terlihat gaduh. Akibatnya, agenda utama pembahasan aspirasi masyarakat tentang rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) oleh PT. Bumi Suksesindo (PT BSI) masih belum jelas, terindikasi  gagal total.

Kegaduhan dalam musyawarah yang diinisiasi lima desa disekitar Tambang Emas Tumpang Pitu tersebut bermula dari kemunculan peserta dari luar kecamatan. Padahal, sesuai surat pengajuan, peserta MAD adalah Pemerintah Desa Sumberagung, Kandangan, Sarongan, Sumbermulyo dan Pesanggaran.

Sejak awal acara, Camat Pesanggaran, Sugiyo Darmawan, selaku pemangku wilayah mengimbau agar musyawarah hanya diikuti oleh desa ring 1 tambang emas. Tujuannya agar aspirasi tidak melebar, sehingga harapan masyarakat bisa lekas terfasilitasi.

Namun apa yang terjadi, Camat Sugiyo, justru mendapat hujan protes. Dan itu dilakukan oleh peserta musyawarah asal luar Kecamatan Pesanggaran.

"Kami ini datang atas undangan Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Sumberagung," kata Waris, Kepala Desa (Kades) Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari, dengan nada tinggi, Rabu (6/11/2019).

Kejadian serupa kembali terulang ketika giliran sambutan Kapolsek Pesanggaran, AKP Ryan Wira Raja Pratama S.I.K. Dia yang menjelaskan tentang Kamtibmas dan penegakan supremasi hukum, berulang kali dipotong oleh Ketua BPD Sumberagung, Fendi Aditya.

Bahkan terkesan sengaja tak diorangkan, dihadapan seratusan audiens, ceramah Kapolsek berulang kali disela. Hingga akhirnya, demi menjaga marwah instansi Kepolisian, dia menyerahkan mikropon kepada Fendi dan berlalu meninggalkan forum.

Dalam suasana kegaduhan yang muncul, Ketua BPD Sumberagung, lantang mengakui bahwa dia yang bertanggung jawab atas seluruh undangan MAD di aula Kecamatan Pesanggaran, tersebut.

"Saya yang bertanggung jawab !," tegas Fendi Aditya.

Pertimbangan menjaga kondisifitas dan stabilitas keamanan wilayah, akhirnya Camat Sugiyo, menampung aspirasi masyarakat. Tapi tidak termasuk aspirasi peserta MAD dari luar Kecamatan Pesanggaran.

Sekedar diketahui, MAD di aula Kecamatan Pesanggaran, ini diinisiasi Lima Desa Lingkar Tambang Emas Tumpang Pitu. Meliputi Desa Sumberagung, Kandangan, Sarongan, Sumbermulyo dan Pesanggaran. Namun faktanya, peserta juga berasal dari sejumlah desa diluar Kecamatan Pesanggaran.

Diantaranya, Kades dari Kecamatan Gambiran. Seperti Kades Jajag, Kades Purwodadi dan Kades terpilih Yosomulyo, Joko. Kades dari Kecamatan Bangorejo, diantaranya Kades Sambirejo, Kades terpilih Bangorejo, Suyadi, Kades terpilih Kebondalem, Iksan dan Kades terpilih Ringintelu, Budi. Kades wilayah Kecamatan Siliragung, seperti Kades Barurejo dan Kades terpilih Seneporejo. Serta Kades dari Kecamatan Tegalsari, diantaranya Kades Karangmulyo dan Kades Tegalsari.

Acara Musyawarah Antar Desa (MAD) Lima Desa Lingkar Tambang Emas Tumpang Pitu di aula Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, ini dihadiri seluruh jajaran Forpimka. (Agus)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini