BUDIDAYA IKAN NILA DESA RUBUNG BUYUNG - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Minggu, 29 September 2019

BUDIDAYA IKAN NILA DESA RUBUNG BUYUNG


KOTIM, METRO KALTENG;

Budidaya ikan nila dikembangkan di desa Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur, kini semakin maju. Merupakan hasil dari pada studi banding di Jogjakarta. Bekerjasama dengan PT. PJA GRUP dan PT. WINDO.

Saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Mohamad Irson selaku Kepala Desa Rubung Buyung mengatakan, "Pihaknya  sedang bermitra dengan PT. PJA GRUP dan PT WINDO. Untuk memberikan bantuan berupa bibit ikan nila, yang nantinya akan diberikan secara cuma-cuma yang diberikan kepada 174 KK. warga masyarakat desa rubung buyung," papar Kades.

Menurutnya, "Bibit dan pakan ikan nila tersebut, bisa menjadi modal awal dimana kedepannya dapat membantu perekonomian warga desa Rubung," jelasnya.

"Masyarakat hanya menyediakan lahan dan terpal yang nantinya dibuat menampung air untuk pelihara ikan. Selama ini warga desa Rubung Buyung sebagian besar hanya bekerja sebagai penyadap karet. Maka saya selaku Kepala Desa ingin meningkatkan penghasilan warga dengan adanya budidaya ikan Nila," terangnya lebih lanjut.

"Adapun hasil panen nantinya akan dinikmati oleh masyarakat itu sendiri, pihaknya hanya membantu mencarikan pembeli yang bisa menampung hasil panen," paparnya.

Progam ini tidak ada campur tangan dari pemerintah daerah, ini murni hasil kerja sama pemerintah desa dengan perusahaan. Dengan adanya kemitraan ini pihak perusahaan memberikan bibit ikan nila sebanyak 73.500 ekor plus pakan.

Untuk kedepan pihak desa, akan memberikan sosialisasi kepada warga. Agar warga tahu cara memelihara ikan sekaligus untuk pembibitan. Supaya warga tidak selalu beli bibit ikannya.

Selain budidaya ikan,  kades Rubung Buyung berencana akan mencarikan solusi, agar masyarakat mendapatkan air bersih yang bisa dikonsumsi sekaligus untuk piara ikan.

Menurutnya masyarakat desa sangat sulit mendapat air bersih. Karena di desa airnya sangat keruh jadi berpengaruh terhadap ikan yang sedang dipelihara.


"Bagi yang punya uang bisa saja membikin sumur bor, namun biayanya lumayan mahal. Maka dari itu saya berusaha keras untuk mencarikan solusi agar warga bisa menikmati air bersih," Tuturnya.

Beberapa warga ketika diklarifikasi mengatakan bahea apa yang dikatakan kepala desa itu memang benar. Warga mendapat bantuan berupa bibit ikan Nila per-KK mendapat kurang lebih 4000 ekor dan setiap KK yang mendapat bantuan harus menyediakan lahan dan terpal. (Edy Suwito, Akmal Farul)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini