Seorang Pelaku Usaha Investasi Bodong Berhasil Dibekuk Di Bali - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Senin, 19 Agustus 2019

Seorang Pelaku Usaha Investasi Bodong Berhasil Dibekuk Di Bali

Penangkapan tersangka di depan kediamannya berupa rumah kos di pulau Bali 

Lumajang, Metro Jatim;

Pengusaha  investasi bodong yang sudah berjalan puluhan tahun di Kabupaten Lumajang bernama Umi Salmah seorang wanita (51 tahun) Warga Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, yang merupakan pengelola investasi tersebut dengan nama CV Permata Bunda yang melarikan uang nasabahnya hingga puluhan Miliar Rupiah akhirnya tertangkap.

Petugas Tim Polres Lumajang  yang berhasil melacak keberadaan pelaku pun mengejar hingga Pulau Dewata, yang bekerja sama dengan Unit Resmob Polres Badung, akhirnya kemarin (18/08/19) Umi Salmah berhasil diamankan di kawasan rumah kost Pondak Alit Jalan Dewi Sri II No. 10 Kuta-Bali. 

Pelaku diamankan bersama dua orang anak kandungnya yang juga terlilit kasus yang sama, yakni Al Imron Rosyidi 30 tahun dan Al Amin Rois 24 tahun, yang mana keduanya adalah warga Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM membenarkan penangkapan tersebut. “Saya langsung memberangkatkan Tim Cobra ke Pulau Bali setelah berhasil melacak keberadaan Umi Salma. 

Pelaku investasi bodong tersebut bersembunyi di wilayah Kabupaten Badung.

"Pelaku bersama kedua orang anaknya, Umi Salma selain terlibat kasus investasi Bodong, ia bersama anaknya juga terlibat penipuan sertifikat tanah” ucap Arsal.

Kasatreskrim Polres Lumajang , AKP Hasran Cobra yang juga memimpin penangkapan tersebut mengatakan ketiganya ditangkap tanpa adanya perlawanan. “Saat kami tangkap, ketiganya tidak melawan dan sangat kooperatif dengan kami. Saya pun langsung membawa ketiga pelaku ke kandang Cobra Mapolres Lumajang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya” terang pria yang juga menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Lumajang tersebut.

"Selama di Pulau Dewata, ketiganya menyewa dua kamar kos sekaligus dengan tarif perkamar 1,9 juta Rupiah perbulan dengan fasilitas tempat tidur, almari, kipas angin,  dapur dan kamar mandi dalam yang berlokasi dekat dengan Kuta, Bali," pungkasnya. (Lim)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini