Bupati Nganjuk dan Dinkes Terjun Langsung Guna Cegah Stunting - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

 



 


 


 


 

Senin, 26 Agustus 2019

Bupati Nganjuk dan Dinkes Terjun Langsung Guna Cegah Stunting


Nganjuk, Metro Jatim;

Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk kampanye pencegahan stunting, langkah ini ditempuh agar penyelenggaraan lebih efektif mampu mendorong serta mendongkrak kesadaran serta pemahaman pada masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku hidup sehat.

Dalam kegiatan sosialisasi serta sambang desa Sidomoroharjo kecamatan Wilangan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Nganjuk Novi Rahmat Hidayat, Kadinkes Noeroel Cholies, pejabat muspika kabuputen Nganjuk serta ratusan masyarakat di kecamatan Wilangan.

Rencana ini disusun dengan penyelarasan kegiatan yang dikelola dinas kesehatan guna lebih memfokuskan dan meninjau langsung proses program sosialisasi serta penanganan stunting di posyandu serta pukesmas desa.


Pemerintah daerah Nganjuk serta dinas kesehatan terus berupaya memaksimalkan pencegahan stunting pada ibu hamil (bumil) serta warga masyarakat, dan di desa terkadang belum banyak mengetahui  pencegahan gejala stunting pada anak.

Dari data dinas kesehatan Nganjuk dari tahun 2019 angka stunting pada anak turun menjadi 11,7% dari tahun yang lalu mencapai 25,5% dari 20 kecamatan yang ada di kabupaten Nganjuk.

Masih menurut keterangan dari data dinas kesehatan Nganjuk salah satunya dari kecamatan Tanjunganom masih menjadi penyumbang angka tertinggi, penyumbang angka stunting.

Oleh karena itu melalui dinas kesehatan akan memaksimalkan peran tenaga kesehatan dan kader posyandu guna berkomunikasi untuk pesan-pesan yang mendukung perilaku guna terciptanya hidup sehat.



Dalam kesempatan dan ketepatan ini Bupati Nganjuk Novi Rahmat Hidayat menyampaikan pesan singkat masalah stunting menjadi ancaman utama pada ibu hamil serta mengancam pula keberlangsungan kualitas sumber daya manusia, upaya penurunan angka stunting adalah kerja bersama dan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, sosialisasi ini diharapkan menjadi tekat bersama seluruh 'take holder' guna menurunkan resiko tinggi ibu hamil dan penurunan gizi buruk dan stunting, sehingga akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas dan memiliki daya saing yang bagus untuk kedepan, akan membangun generasi yang baik.

(Sunyoto Hendro S.)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini