9 PSK Teciduk Satpol PP Saat Razia Di Lokasi - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Senin, 19 Agustus 2019

9 PSK Teciduk Satpol PP Saat Razia Di Lokasi

Para PSK saat di kantor Satpol PP
Lumajang, Metro Jatim;
9 (Sembilan) Pekerja Seks Komersial (PSK) terciduk dan  diamankan Satpol PP di Desa Kabuaran Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang, Senin (19/08/2019)

Ke sembilan tersebut digrebek di rumah kawasan Bebek-bebekan, sementara ditemukan dua orang lelaki yang diduga pengguna jasa PSK, pada saat petugas tiba di lokalisasi ilegal tersebut.

Mereka  wanita penghibur lelaki hidung belang itu kemudian diangkut kendaraan dinas ke mako Satpol PP di Lumajang.Tak hanya itu, PSK yang sempat kaget dengan kehadiran petugas yang mendadak itu, akan menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Pada saat razia berlangsung, petugas memergoki seorang PSK tengah melayani tamu prianya di salah satu kamar sedang main kuda-kudaan.  Mengingat ada kamar yang digedor pintunya, tidak dibuka dan tidak ada jawaban. Petugas langsung mendobrak pintu kamar tersebut.

"Empat PSK di dalam kamar tengah menonton televisi sambil menunggu tamu yang hendak membokingnya. Merekapun diminta keluar oleh petugas. 

“Ayo keluar semuanya. Kalian tidak bisa bersembunyi dan tidak bisa lari. Ayo ngumpul di kamar barat,” ujar Ikhsan petugas.

Petugas mempersilahkan PSK yang hendak ke kamarnya untuk mengambil identitas diri (KTP).  Bahkan ada PSK yang diminta berganti pakaian lantaran baju yang dikenakan, menonjolkan lekuk tubuhnya. 

“Ayo yang mau ngambil KTP-nya silahkan ke kamarnya. Ambil dulu KTP-nya. Yang pakaiannya tidak sopan, monggo ganti dulu pakaiannya,” pinta petugas manis itu.

Sebelum meninggalkan lokalisasi yang dikenal dengan sebutan Bebek-bebekan tersebut, Didik BS Kabid Gakda mengatakan, razia yang dilakukan di siang bolong tersebut sebagai tindaklanjut missi dan vissi bupati Thoriqul Haq.

Pemkab Lumajang ingin menciptakan masyarakat yang berakhlakul karimah. Sebab, jika tempat lokalisasi dibiarkan alias tidak ditertibkan, maka visi dan missi bupati tidak akan tercapai. 

"Karena dari tempat inilah, tindakan yang meresahkan masyarakat, berawal. Makanya harus dibersihkan," tandasnya. (Lim)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini