Wabah Lalat, Warga Cakru Ancam Tutup Peternakan Ayam Diwilayahnya - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Rabu, 31 Juli 2019

Wabah Lalat, Warga Cakru Ancam Tutup Peternakan Ayam Diwilayahnya


Jember, Metro Jatim;

Sejumlah warga RT 01 RW 02 Dusun Gondangrejo Desa Cakru kecamatan Kencong Kabupaten Jember menolak adanya usaha peternakan ayam potong yang berada di wilayahnya, hal tersebut dilakukan oleh warga karena peternakan tersebut menyebabkan banyak lalat yang berkeliaran di pemukiman warga dikawatirkan dapat menyebabkan terjangkit penyakit diare.

Menurut Sukir salah satu tokoh masyarakat Gondangrejo Desa Cakru menyampaikan bahwa peternakan ini sudah lama berdiri dan baru setahun belakangan ini meminta ditutup karena banyak lalat yang berkeliaran dipemukiman warga hingga menyebabkan diare.

Sukir, salah tokoh masyarakat Gondangrejo Desa Cakru

"Setahun belakangan ini kami sudah meminta solusi kepada pemilik kandang dan hal itu sudah di jembatani oleh kepala desa, kami sudah bertemu didesa dengan pemilik kandang, saat itu pemilik kandang pak Margo meminta waktu untuk membuat kandang modern agar tidak ada lalat namun sampai saat ini tidak ada solusi hingga kami warga sepakat untuk meminta kandang ayam tersebut ditutup," ucapnya.

"Saat itu sepakat tidak ada ayam selama kandang modern belum terbangun namun pak Margo tetap saja memelihara ayam potong disitu dengan jumlah yang cukup banyak dan hal itu tetap saja membuat lalat berkeliaran dipemukiman kami, jika hal ini tetap dilakukan oleh pemilik kandang makan dalam waktu dekat warga sepakat akan menutup paksa peternakan ayam tersebut," kecamnya.

"Dan dulu saat pembangunan kandang ayam ini tidak ada persetujuan dari warga, saat ini warga berharap ada tindakan konkrit dari pemerintah agar bisa menemukan solusi yang terbaik, jika tidak maka warga akan menutup paksa," imbuhnya

Sementara itu Margo selaku pemilik kandang ternak ayam tersebut saat dikonfirmasi dikediamnya menyampaikan bahwa polemik dengan warga ini sudah berjalan lama dan pihaknya memang sudah berjanji akan membangun kandang modern agar tidak ada lalat.

"Untuk membuat kandang modern ini kita membutuhkan jaringan listrik yang cukup besar, oleh karena itu sampai sekarang kita masih menunggu proses tersebut, dan sambil menunggu kandang modern tersebut kita tetap pakek kandang lama dan terus berjalan," ujarnya

Lebih jauh Margo bercerita bahwa awal dirinya membuat kandang ayam ini karena ingin meningkatkan taraf hidupnya agar tidak jalan di tempat.

"Saya ini awalnya ingin seperti yang lain dimana orang lain bisa beli mobil saya juga ingin beli mobil oleh sebab itu saya mendirikan usaha ini, kalau hanya jadi guru saja yang tetap saja tidak ada perubahan," ujarnya dengan mimik wajah ketus

Saat ditanya soal persetujuan warga pada awal mula pendirian kandang ayam, Margo menyampaikan bahwa memang tidak ada dan tidak pernah meminta persetujuan warga

"Tidak ada persetujuan warga dan jika mau ditutup silahkan," jlentreh Margo dengan nada tinggi.

Hingga berita ini dimuat, belum ada tanggapan dari pihak pemerintahan desa Cakru dan pihak Dinas Lngkungan Hidup Kabupaten Jember. (Halim)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini