Warga Hadang Kepala Desa, Untuk Tidak Tinggalkan Kantor - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

 



 


 


 


 

Minggu, 17 Februari 2019

Warga Hadang Kepala Desa, Untuk Tidak Tinggalkan Kantor

Kades Jambewangi memakai baju putih dan peci sedang dihadang masa saat akan meninggalkan kantor desa

Banyuwangi, Metro Jatim;

Penghadangan Suprayitno, S.E. selaku kepala desa Jambewangi yang dilakukan oleh warga sekitar hutan dengan cara menutup pintu gerbang kantor desa memaksa kepala desa harus putar balik dengan cara menemui warga yang sudah tersulut emosi.

Kejadian berawal dari rencana pertemuan antara kedua belah pihak yang akan mengadakan rapat anggota yang bertempat di kantor desa Jambewangi pada Rabu, 13/02/2019.

Namun tidak terduga rencana rapat yang sudah disepakati kedua belah pihak tidak sesuai harapan, ternyata dari pihak Nur Hamid tidak bisa hadir, dikarenakan alasan yang belum jelas, sehinga rapat hanya dihadiri oleh 8 orang, separoh dari jumlah anggota LMDH yang ada, sedangkan dari pihak BPD hanya dihadiri 4 orang, padahal jumlah anggota  sebanyak 9 orang. Itupun haya sebagai anggota.


Melihat jumlah undangan yang hadir tidak memenuhi forum sehinga kepala desa meminta kepada undangan yang ada untuk menjadwal ulang pertemuan agar bisa berjalan sesuai harapan dan tranfaran dan tidak ada rasa curiga.

"Sebenarnya dari kedua belah pihak sudah sepakat untuk mengadakan rapat koordinasi hari ini, karena yang hadir tidak memenuhi forum saya meminta kepada semua yang hadir untuk menjadwal ulang rencana rapat angggota agar tidak ada rasa curiga dan bisa berjalan dengan lancar," ucap Suprayitno.

Untuk meredam emosi warga yang hadir kepala desa menyampaikan hasil rapat, namun apa yang disampaikan oleh Suprayitno tidak bisa diterima oleh warga yang sudah tersulut emosi yang haya menginginkan Nur Hamid turun dari kursi ketua LMDH Mitra Hutan Lestari.

Merasa tidak dihargai warga, kepala desa Suprayitno, S.E. meninggalkan lokasi bergegas mengambil tas diruanganya, namun disaat ingin meninggalkan kantor dengan mengendarai sepeda motor Suprayitno harus menghentikan laju sepedahnya karena pintu gerbang sudah ditutup dan dijaga oleh warga.

Upaya babinkantibmas dan babinsa untuk meredam warga yang jumlahnya kurang lebih tiga ratusan yang sudah tersulut emosi ternyata tidak lagi didengarkan, sehingga kepala desa Suprayitno harus putar balik sepeda motornya untuk menemui warga.

Yel yel dan teriakan dengan cara menghujat dengan kata kata yang tidak pantas ditujukan kepada kepala desa Jambewangi juga terlontar dari kerumunan warga yang sudah terbakar rasa amarah. (Agus Salim)


Post Top Ad

Pasang Iklan Disini