Pelayanan Sangat Mengagumkan Dari RS Bhayangkara Kediri - METRO JATIM

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini

 



 


 


 


 

Sabtu, 08 September 2018

Pelayanan Sangat Mengagumkan Dari RS Bhayangkara Kediri

Nety Vitriasari dan Kusmiati, dua srikandi pahlawan masa kini yang tulus dan ihklas tanpa pamrih rela membantu nenek Sumiati (78 thn) yang hidup sebatangkara.

Kediri, Metro Jatim;

Kediri jumat ( 07/09/18 ) pelayanan rumah sakit sakit milik polri ini mendapatkan acungan jempol dari para aktifis relawan kesehatan di Kota Kediri, karena pihak RS Bhayangkara Kediri memberikan pelayanan yang sangat cepat, tepat, ramah dan murah senyum kepada pasien dan keluarganya tanpa melihat itu pasien umum atau pasien yang menggunakan jamkesda, semua dilayani sesuai aturan yang berlaku tanpa terkecuali. Bahkan yang membuat para aktifis relawan kesehatan merasa terharu adalah saat menerima pasien, pihak rumah sakit milik Polri ini sama sekali tidak menanyakan uang muka sebagai biaya awal perawatan kepada keluarga pasien. Bahkan pasien langsung mendapatkan perawatan medis dahulu sambil diurusi administrasinya.


Hal tersebut dirasakan oleh nenek Sumiati ( 70 thn ) seorang pasien warga kelurahan Kemasan Kecamatan Kota Kediri, yang pada malam ( 07/09/18 ) harus menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Kediri. Nenek yang hidup sebatangkara tanpa sanak famili yang sehari - hari hidup dari belas kasihan para tetangganya, harus menjalani rawat inap karena sakit yang dideritanya.


Meskipun malam hari, nenek sumiati dengan diantar naik becak ke rumah sakit oleh Nety  Vitriasari dan Kusmiati ,para perempuan aktifis relawan di kelurahan Kemasan ini sangat berjiwa kemanusian yang cukup tinggi, meskipun tidak mendapatkan honor dari pihak kelurahan tapi jiwa kemanusian mereka patut kita diacungi jempol.


Nety Vitriasari mengatakan, "Nenek Sumiati tersebut hidup sebantangkara tanpa keluarga di Kota Kediri ini, tapi beliau sudah lama tinggal di sini dan mempunyai KTP Kota Kediri dan tinggal di sebelah rumah. Terkadang saya membantu hanya seadanya untuk makan setiap harinya. Tadi malam beliau tiba - tiba datang kerumah saya dalam keadaan sakit. " kata Nety.


"Saya sendiri juga bingung kemudian langsung saya konsultasi dengan Bu Kusmiati perihal sakitnya nenek Sumiati tersebut, lalu kami kemudian dengan naik becak membawa nenek Sumiati ke rumah sakit terdekat yaitu RS Bhayangkara Kediri agar mendapatkan perawatan medis secepatnya." ungkapnya.


"Tapi ditengah perjalanan saya bingung, karena jamkesda nenek sumiati yang dari propinsi sudah tidak berlaku lagi. Saya takut kepikiran tentang biaya perawatan di rumah sakit nantinya siapa yang menanggung, sementara saya sendiri juga sedang kesulitan keuangan kalau harus menanggungnya. Lalu saya teringat sahabat baik, "Roy Kurnia Irawan" yang menjadi Ketua LSM Relawan Kesehatan ( REKAN INDONESIA ) Kota Kediri, dimana dia sering mendampingi para pasien dan keluarga pasien dari kalangan warga kurang mampu dia dampingi tanpa sepeserpun meminta imbalan uang, agar mendapatkan pelayanan kesehataan secara maksimal." jelas Nety.


"Kemudian Bang Roy saya telepon dan Alhamdulillah meskipun menjelang malam beliau bisa cepat langsung datang di rumah sakit, tidak sampai setengah jam kemudian nenek Sumiati sudah mendapat perawatan dan mendapatkan kamar rawat inap. Bahkan untuk ruang rawat inap yang seharusnya kelas 3 tapi karena penuh, tadi akhirnya dititipkan sementara di ruang rawat inap kelas 2 dulu sambil menunggu ruang kelas 3 ada yang kosong. Tadi Bang Roy yang menanda tangani administrasinya." Ungkap Nety.


"Pokoknya pelayanan RS Bhayangkara Kediri sangat baik dan profesional sekali, tadi juga dijelaskan oleh petugasnya dengan baik dihadapan saya dan Bang Roy, kalau pengurusan surat jamkesdanya ditunggu pihak rumah sakit maksimal sampai hari selasa ( 11/09/18 ) minggu depan. Saya bersyukur pihak rumah sakit Bhayangkara sangat baik sekali dan kami juga bersyukur jaman sekarang masih ada seorang Bang Roy aktifis Ketua Relawan Kesehatan (REKAN INDONESIA) Kota Kediri yang mau menanda tangani administrasi rumah sakit dan ihklas membantu tanpa pamrih. Padahal pasien tersebut sama sekali bukan keluarganya. Bahkan beliau tadi juga mengeluarkan uang pribadinya untuk membantu membelikan keperluan nenek Sumiati." pungkas Nety. (Irawan)

Post Top Ad

Pasang Iklan Disini